BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) hanya terealisasi 7.200 bidang dari 10.000 bidang. Hal itu disebabkan karena kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan waktunya terlalu singkat.
Demikian disampaikan Kasi Infrastruktur Pertanahan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pangkalan Bun Sugeng Haryanto saat ditemui Borneonews, Senin (12/2/2018).
"Kita punya dua tahap, tahap pertama Bulan Januari sampai Juni, itu ada 2500 bidang dan tahap dua dari Bulan Juli sampai Desember ada 7500 bidang. Dari target 10000 bidang itu terealisasi 7200 bidang," kata Sugeng.
Ia melanjutkan pihaknya bakal menambah SDM untuk mencapai target di tahun 2018 dengan merekrut 12 Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk menambah 23 pegawai lama. Sehingga, total pegawai saat ini berjumlah 35 orang.
Menurut Sugeng, lahan sasaran proyek PTSL ini dibagi menjadi beberapa klaster antara lain klaster satu untuk golongan tanah yang belum mempunyai sertifikat. Kemudian, klaster kedua untuk tanah yang bermasalah seperti tapal batas atau masalah lainnya.
--page
"Klaster ketiga tanahnya ada tapi pemiliknya tidak ada dan terakhir klaster empat untuk tanah yang sudah mempunyai sertifikat. Kami mendata tanah-tanah tersebut berdasarkan klasternya," pungkas dia. (HARDI/B-8)








