SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan membangun tiga depo sampah di wilayah Sampit pada 2018. Tujuannya, agar masyarakat lebih peduli terhadap penanganan sampah. 

"Sengaja kami bangun di perkotaan, agar masyarakat tidak memusuhi sampah. Dan mereka malah berteman dengan sampah," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Sanggul Lumban Gaol, Senin (12/2/2018). 

Maksudnya, mendekatkan sampah kepada masyarakat, larena sampah kalau diolah dan dikelola dengan baik. Sehingga bisa memberi keuntungan bagi masyarakat. Sampah bisa bernilai ekonomis dan menjadi pendapatan bagi warga.

Karena banyak kerajinan atau bahan yang terbuat dari sampah. Asalkan masyarakat mau kreatif dan bisa melihat peluang tersebut. Sehingga sampah bisa berguna dan bukan menjadi musuh yang dianggap kotor serta menimbulkan penyakit. 

"Sampah bisa menguntungkan bagi kita, bahkan bernilai ekonomi. Asalkan dikelola dengan baik, dan tidak dibuang sembarangan," kata Sanggul. 

--page

Ia mencontohkan, sampah rumahan seperti bekas makanan ataupun sayuran yang sudah busuk bisa diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah plastik ataupun berbagai macam bahan lainnya atau dikenal dengan non organik bisa dijadikan kerajinan tangan. 

Tergantung cara mengemas dan mengolahnya. Sehingga sampah bukanlagi menjadi momok bagi masyarakat yang mana saat ini masih belum sadar akan hal tersebut. 

Untuk hal itu, pihaknya nanti akan mendatangkan tim dari luar daerah yang memang sudah terlatih dalam mengelola sampah. Sehingga merekalah yang nantinya akan mengajarkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan sampah agar memiliki nilai ekonomis. 

"Nantinya kami akan melakukan sosialisasi kepada warga terkait pemilihan sampah. Sehingga warga mengetahui yang mana sampah organik dan non organik," terang Sanggul. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)