PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya Albert Tombak mengatakan, anggaran pengerjaan jalan di Palangka Raya setiap selalu meurun.

"Tahun 2016 lalu kita mendapatkan Rp100 miliar lebih untuk pengerjaan jalan, baik untuk perawatan maupun untuk perbaikan. Lalu pada 2017 mendapatkan Rp74 miliar. Tapi ternyata pada tahun 2018 ini hanya Rp46 miliar," kata Albert Tombak, Selasa (13/2/2018).

Pengurangan yang terus berlanjut ini menurutnya berpengaruh pula kepada pekerjaan yang harus pihaknya lakukan. Dengan minimnya anggaran setiap tahunnya Dinas PUPR menurut Albert hanya bisa memaksimalkan untuk melakukan perawatan jalan poros dalam kota.

"Jadi dana Rp46 Miliar ini kita fokuskan untuk perawatan jalan poros dalam kota saja. Kita tidak bisa merealisasikan semua permintaan masyarakat, baik yang datangnya dari hasil Musrenbang maupun hasil reses DPRD. Tidak semuanya bisa langsung terealisasikan karena anggaran kita yang minim ini," jelasnya.

Terlebih dalam setiap tahun selalu banyak usulan yang masuk terkait infrastruktur, namun karena anggaran semua harus menunggu giliran. PUPR pada prinsifnya menurut Albert hanya memasukan perencanaan pembangunan sesuai data input yang sudah masuk dalam E-planing.

--page

"Jadi, kita selalu bekerja sesuai dengan yang sudah terinput di e-planing. Dengan begitu jangan heran bila banyak usulan yang belum terealisasi. Yang jelas kami berjalan sesuai dengan apa yang sudah masuk dalam data input," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)