MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh- Masyarakat di tiga kecamatan yaitu Gunung Timang, Teweh Timur, dan Montallat, mengeluhkan rusaknya dua ruas jalan penghubung ketiga daerah mereka.

Jalur utama tersebut bahkan terancam putus lantaran hujan terus mengguyur ketiga kecamatan itu.

Kerusakan jalan yang relatif parah terjadi di ruas Kandui-Montallat tepatnya di Desa Walur, Baliti, dan Rarawa. Kemudian di Jalan Simpang Km 34-Benangin.

Khusus di ruas menuju Benangin, warga harus mengeluarkan biaya ekstra yakni Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10 ribu-Rp20 ribu untuk mobil, bila ingin melintas. Uang itu diserahkan ke para pengelola jalan dadakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Barito Utara Fery Kusmiadi, saat dimintai konfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah menugaskan tim teknis ke lapangan. Sehingga bisa mendapatkan gambaran jelas tentang kerusakan di dua jalan tersebut.

--page

“Nanti baru kita tentukan akan menurunkan alat berat jenis apa, sesuai dengan kondisi kerusakan di lapangan. Sehingga pembenahan lewat unit pemeliharaan rutin (UPR) juga segera dilakukan,” ujarnya, Rabu (14/2/2018).

Sementara itu, Camat Gunung Timang Syahmiludin, mengatakan bahwa perbaikan ruas jalan Kandui-Montallat sudah masuk dalam program pemerintah. Tinggal menunggu pelaksanaan lelang.

Sedangkan untuk perbaikan yang bersifat mendesak akan dilakukan melalui UPR. (RAMADANI/B-3)