SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Namanya daerahnya memang terselip kata Makmur, tetapi bertolak belakang dengan kondisi di sana. Adalah Desa Damar Makmur, di Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Hingga saat ini, desa itu tak kunjung merasakan nikmatnya listrik.

Untuk keperluan sehari-hari, warga memanfaatkan mesin generator set (genset) untuk menyuplai tenaga listrik. Tetapi itu pun tidak bisa selama 24 jam. Guna efesiensi genset hanya digunakan saat malam hari, Desa Damar Makmur.

Itu pun tak cukup menerangi seluruh desa. Genset hanya dimiliki mereka yang berpenghasilan lebih. Sisanya, menggunakan lampu teplok.

“Hingga saat ini tidak ada aliran listrik di desa. Padahal kami sangat berharap desa ini dialiri listrik,” kata salah satu warga Desa Damar Makmur, Awaludin, Rabu (14/2/2018).

"Kalo yang punya menggunakan genset. Yang tidak punya memanfaatkan lampu teplok saja," kata Awaludin. 

Aliran listrik sudah menjadi kebutuhan hidup masyarakat. "Kami sangat berharap ini menjadi perhatian pemerintah setempat. Sehingga tidak ada kesenjangan sosial dengan masyarakat di perkotaan," harap Awaludin. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)