BORNEONEWS, Sampit - Pembangunan jembatan dari Sampit menuju ke Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau nampaknya hanya menjadi angan saja. Buktinya hingga saat ini tidak ada lagi isu rencana pembangunannya.
Padahal hal itu sangat ditunggu oleh masyarakat, karena dianggap dapat memutus mata rantai kemiskinan.
"Tentu jembatan tersebut sangat kami rindukan, dan sangat diharapkan warga kami. Karena itu akan berdampak besar pada kehidupan masyarakat Kecamatan Seranau ini," ujar Camat Seranau Siti Rahmaniar, Kamis (15/2/2018).
Ia mengatakan, warga berangan-angan sejak lama adanya janji bupati yang ingin membangun jembatan Sampit-Seranau.
Namun rencana yang sudah lama tersebut nampaknya belum ada respon hingga 2018. Bahkan tidak terdengar lagi suaranya.
--page
Padahal, jalur tersebut sangat penting untuk membuka terisolasian di Seranau, yang belum kelihatan perkembangannya sejak dimekarkan berapa tahun lalu.
"Kalau seperti ini terus, semakin tahun bukannya berkurang masyarakat miskin, namun malah bisa bertambah," kata Rahmaniar.
Ramaniar mengungkapkan, keadaan Seranau tidak akan cepat maju dan berkembang jika tanpa jembatan. Karena satu-satunya akses jalan tersebut hanya perau kelotok.
Sebab itu, Rahmaniar berharap adanya keseriusan Pemkab Kotim maupun Provinsi Kalimantan Tengah untuk dapat memperhatikan kendala yang dihadapi wilayahnya terutama akses penghubung yakni Jembatan Mentaya.
"Kalau jalan penghubung informasinya memang ingin digarap, tapi kalau menurut saya terlalu jauh. Karena masyarakat harus memutar ke Cempaga melewati jembatan Cempaga," terang Rahmaniar.
--page
Dengan adanya hal tersebut, maka diharapkan agar pembangunan jembatan dapat segera terealisasi. Sehingga keterisolasian dapat seger dibuk (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








