BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rencananya awal Maret 2018 sistem Absensi Sidik Jari Interkoneksi di selurun Satuan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (SOPD Kobar) sudah bisa diaktivasi atau diaktifkan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Kobar Rodi Iskandar, mengatakan, beberapa alat absensi pemindai sidik jari Aparatur Sipil Negara (ASN) telah terpasang.
"Sampai saat ini sudah 37 SOPD yang sudah kita pasang fingerspot dan modem. Tinggal satu kecamatan lagi yaitu Kecamatan Arut Utara yang belum terpasang," jelas Rodi, Kamis (15/2/2018).
Ia menjelaskan, di Kecamatan Arut Utara belum terpasang karena belum memiliki jaringan fiber optic (FO). Walau begitu, khusus Kecamatan Aruta absensi interkoneksi akan menggunakan jalur satelit atau Very Small Aperture Terminal (VSAT).
Menurut Rodi, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan akhir yaitu penataan router di masing-masing SOPD yang dibantu tim teknis dari Telkom.
"Guna mengatasi kendala listrik padam saat input atau output data ke server induk, masing masing mesin fingerprint akan dibekali dengan baterai yang mampu beroperasi sekitar satu jam," jelasnya.
Menurutnya, bila terjadi pemadaman listrik lebih dari 1 jam maka data tersebut bisa dijemput ke masing-masing terminal dengan sistem offline.
"Namun saat ini, hampir setiap SOPD sudah memiliki genset untuk mendukung pekerjaannya sebagai bentuk antisipasi bila power di alat fingerprint sudah tidak tersedia," jelas Rodi. (WAHYU KRIDA/B-2)








