BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Makan mie saat imlek memiliki makna panjang umur, menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa.
"Mie itu diartikan bahwa umur manusia itu tidak ada putus-putusnya sehingga wajib sekali kalau hidangan itu disajikan saat imlek. Selain itu makan mie tidak boleh putus-putus atau dipotong, dan harus disantap sampai ujung dari mie tersebut," kata Sekretaris Vihara Graha Sailendra, Pangkalan Bun, Liani Halim, Kamis (15/2/2018).
Selain itu ada makanan yang paling dilarang saat imlek, yaitu bubur. Karena diidentikkan dengan makanan orang sakit dan dipercaya membawa kesusahan bagi mereka.
Karena ada pepatah yang mengatakan nasi sudah menjadi bubur yang artinya sesuatu yang sudah terjadi tidak dapat diubah lagi.
Adapun makanan selain bubur yang tidak boleh dimakan saat imlek yaitu makanan dengan kulit yang tajam.
Dalam hal ini kulit makanan yang tajam ini memiliki makna seperti tantangan yang mempersulit kehidupan.
Serta daging sapi juga harus dihindari karena untuk menghormati para Dewa yang diyakini tidak menyukai adanya hewan yang dibunuh.
Selain mie ada udang yang banyak di percaya oleh masyarakat Tionghoa sebagai membawa kemakmuran serta kuaci yang memiliki lambang kesuburan. (HARDI/B-5)








