SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejak awal 2018 hingga pertengahan Februari 2018 ini, ratusan wisatawan sudah kunjungi Pantai Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

"Kalau jumlah rilnya tidak terdata, namun yang pasti sudah ratusan wisatawan yang datang ke Pantai Satiruk," ujar Camat Pulau Hanaut Eddy Mashami, Kamis (15/2/2018). 

Banyaknya pengunjung melebihi dari 2017 lalu. Itu karena saat ini sudah banyak masyarakat yang tahu bahwa Kotim tidak hanya memiliki satu pantai saja yakni Ujung Pandaran. Namun juga Satiruk yang tak kalah indahnya. 

Eddy, mengungkapkan, Pantai Satiruk masih alami dan pasirnya putih tanpa tercemar oleh sampah.

Di sana juga pengunjung bisa menikmati sunrise dan juga sunset.

--page

Sehingga berbeda dengan Ujung Pandaran yang hanya bisa melihat sunrise saja.  

"Rata-rata yang datang ke sini ingin melihat sunrise dan sunset. Namun balum ada yang berkesempatan, karena masih terkendala tempat menginap," kata Eddy. 

Eddy mengatakan, bagi pengunjung yang hendak menginap bisa tidur di rumah warga ataupun balai desa.

Karena masyarakat sekitar sudah mempersilakan bagi wisatawan untuk bermalam di rumahnya.  

Banyaknya pengunjung yang datang ke Pantai Satiruk juga hasil dari promosi pihaknya kepada sejumlah media yang ada di Kotim. Sehingga masyarakat tahu dan penasaran ingin mengunjungi pantai tersebut. 

--page

"Wisatawan yang datang rata-rata hanya warga Kotim, namun itu sudah patut disyukuri. Ke depan bisa menjadi kunjungan wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara," harap Eddy. 

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Satiruk, membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam, dari Sampit.

Ada dua alternatif transfortasi, yakni melalui jalur darat dan juga air. 

Jalur darat pengunjung harus menggunakan kendaraan bermotor, mobil, atau bus ke daerah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan terlebih dahulu. Untuk ini butuh waktu sekitar 45 menit hingga satu jam. 

Sesampainya di Samuda, wisatawan harus menggunakan perahu kelotok guna menyebrang Sungai Mentaya menuju Desa Bapinang, Kecamatan Pulau Hanaut. Setelah itu baru menggunakan kendaraan bermotor untuk menuju ke Desa Satiruk dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam.  

--page

Sedangkan melalui jalur perairan, wisatawan dari Sampit menuju Samuda lebih dulu menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

Sesampainya di Samuda, baru menumpang perahu kelotok, yang membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)