PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Botok (bahasa Jawa, bothok) adalah makanan khas Jawa yang awalnya terbuat dari ampas/bungkil kelapa yang sudah diambil sarinya (santan).

Pada awalnya botok yang terbuat dari ampas kelapa ini dimasak agar ampas yang masih bergizi ini tidak dibuang.

Ampas kelapa tersebut kemudian dibumbui dengan cabai, garam, merica, dan daun salam. Selanjutnya dibungkus dalam daun pisang, yang kemudian dikukus dalam uap panas.

Bothok pada saat ini dimodifikasi juga dengan petai Cina, tahu, teri, udang atau bahkan larva tawon/lebah (dikenal sebagai bothok tawon).

Ternyata di Tanah Dayak ada juga modifikasi botok yang terkenal. Namanya botok daun mengkudu.

--page

Seperti diketahui, Kalimantan Tengah kaya akan sumber daya alam. Makanya tidak mengherankan bila makanan yang mulanya berasal dari Pulau Jawa ini dapat pula dibuat di Kalteng. Tentunya dengan modifikasi yang berbeda. Namun dengan rasa yang tidak kalah nikmatnya.

Berikut resep botok daun mengkudu.

Bahan:

- Ikan lais atau ikan baung 1 kg. Ikan dicuci bersih namun jangan dipotong-potong, biarkan utuh. Setelah dibersihkan dan dicuci, biarkan dulu selama kurang lebih 2 jam.

- Daun mengkudu yang sedang tuanya sebanyak 40 lembar

- Santan kental dari 2 buah kelapa

- Daun salam lima lembar

Bumbu yang dihaluskan:

- Kunyit dua ruas jari

- Serai dua batang

- Lengkuas seruas jari

- Kencur dua ruas jari

- Ketumbar secukupnya

- Garam secukupnya

Cara memasak:

Cuci bersih daun mengkudu, buang tulangnya, iris halus seperti kembang rampai. Setelah itu rebus daun mengkudu sebanyak dua kali, semua air rebusan dibuang karena terasa pahit.

Selanjutnya siapkan panci besar. Masukan ikan, daun mengkudu, santan, daun samal, dan bumbu sekaligus.

Masak di atas api sedang, sampai daging ikan hancur. Biarkan sampai air santan sisa sedikit. Botok siap dihidangkan.

Botok ini tahan sampai 4 atau 5 hari, dengan dihangatkan setiap hari. (TESTI PRISCILLA/B-3)