SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Pasangan calon (Paslon) bupati/wakil bupati Sukamara H Windu Subagio-H Ahmadi menerima sapu dari warga, di mana sapu tersebut dimaknai untuk membersihkan wilayah ini dari tindak korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) apabila pasangannya terpilih dalam Pilkada 2018.

"Usai pencabutan nomor urut, kami berdua didatangi dari perwakilan masyarakat dan diberi sapu," ucap Calon Bupati Sukamara Windu Subagio, Jumat (16/2/2018).

Menurut Windu, sapu tersebut dapat dimaknai untuk membersihkan Kabupaten Sukamara dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), agar pemerintahan di wilayah yang berjuluk Kota Permata tersebut bisa semakin baik lagi.

"Jadi kami mengartikan sapu itu adalah untuk membersihkan dari KKN, dengan sapu itulah dijadikan sebagai simbol ataupun lambang untuk membersihkan dari KKN tersebut," jelasnya.

Windu melanjutkan, sapu juga merupakan lambang kebersamaan, lambang kerjasama dari semua.asyarakat yang ingin memenangkannya dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Sukamara periode 2018-2023.

"Karena adanya kebersamaan, kekompakan, sapu tersebut tentunya dapat membersihkan apapun yang kotor," terang Windu Subagio. (NORHASANAH/B-5)