PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejak Rabu (14/2/2018) hingga Jumat (16/2/2018), tim gabungan dari Kodim 1014 Pangkalan Bun Kabupaten Kotawringin Barat (Kobar) bersama Koramil Kumai 1014.02, Polsek Kumai, Damkar Kobar, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Badan Penanggulangan Bencanna Daerah (BPBD) Kobar masih melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di okasi yang tersebar di beberapa tempat.

Komandan Kodim 1014 Pangkalan Bun Letkol Inf Wisnu Kurniawan, menjelaskan dengan dibantu mobil damkar Kobar dan Damkar BPBD Kobar, Jumat (16/2/2018) sejak pukul 13.00 WIB tim gabungan sedang melakukan upaya pemadaman karhutla di Jalan Padat Karya 1 RT 10 Kelurahan Candi Kecamatan Kumai.

"Titik api dan penyebab kebakaran masih belum diketahui. Api masih belum bisa di padamkan terkendala oleh medan yang susah di jangkau, lokasi lahan gambut, kurangnya pasokan air dan cuaca yang panas serta angin cukup kencang dilokasi," jelas Dandim.

Sebelumnya, lanjut Dandim, Rabu (14/2/2018) sejak pukul 07.30 WIB tim gabungan yang terdiri dari Kodim 1014 Pangkalan Bun, Koramil 1014.01 Arsel , Koramil 1014.10 Balai Riam dan Manggala Agni Daops III Pangkalan Bun bahkan melakukan pemadaman karhutla yang terjadi di 5 lokasi  berbeda.

"Lahan yang terbakar tersebut terjadi di Desa Natai Baru, Kelurahan Mendawai Seberang, Desa Rangda dan  Kecamatan Balai Riam Kabupaten Sukamara," jelas Dandim.

Menurut Dandim selain menggunakan jalur darat, puluhan anggota tim gabungan pemadaman karhutla yang dibagi dalam beberapa regu ini juga menggunakan jalur sungai menuju lokasi lahan yang terbakar.

"Ini merupakan upaya kita bersama untuk mencegah terjadinya karhutla seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Selain memanfaatkan informasi dari citra satelit milik BMKG, tentunya bantuan masyarakat untuk secara sadar tidak membakar hutan dan lahan serta segera memberitahukan pada petugas bika mengetahui adanya karhutla juga sangat berperan untuk mencegah terjadinya bencana karhuta tersebut," pungkas Dandim. (WAHYU KRIDA/B-8)