PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Titik api di Kotawaringin Barat (Kobar) kini mulai muncul. Paling banyak ada di Kotawaringin Lama, sebanyak tiga area dan Arut Selatan ada empat area pada Minggu (18/2/2018).

Hal ini dikemukakan Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Januar R Pratama saat ditemui di ruang kerjanya.

"Kalau dilihat dari monitor titik api memang besar, Kotawaringin Lama dan di Arut Selatan. Menurut saya kebakaran lahan ini karena tidak adanya hujan dan ini menjadi kesempatan bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Januar R Pratama, Minggu (18/2/2018).

Di Kabupatan Sukamara, Lamandau dan Kobar memang sangat besar potensi terjadinya kebakaran, karena cuacanya yang panas dan rumput banyak yang kering yang kemungkinan berpotensi menjadi kebakaran.

Di Kobar sendiri total confidence api ada delapan titik, tiga titik yang dianggap berbahaya atau telah terjadi kebakaran seperti Kotawaringi Lama ada dua titik dengan confidence 100 persen, di Arut Selatan ada satu titik dengan confidence 92 persen.

--page

Untuk yang confidence sedang ada tiga titik, seperti Kotawaringin Lama ada satu titik dengan dengan confidence 80 persen, Arut Selatan ada dua titik dengan Confidence 80 persen dan 71 persen.

Untuk yang memiliki confidence rendah ada di Arut Selatan sebesar 67 persen dan yang terkecil di Seranau dengan confidence 47 persen.

"Untuk mengukur tingkat confidence itu sendiri dengan cara di scan di suatu wilayah misal diwilayah tersebut luasnya ada satu hektar kali satu hektar dan di wilayah tersebut terjadi kebakaran maka akan didapat confidence 100 persen," ucapnya. (HARDI/B-5)