SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sarjono menilai masyarakat yang tinggal di pelosok butuh perhatian khusus dari pemerintah kabupaten (pemkab) karena sejauh ini pembangunan dirasa kurang berpihak kepada mereka.

"Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga paling terkecil adalah urusan administrasi kependudukan," kata Sarjono, Minggu (18/2/2018).

Sarjono berharap dan mendorong Pemkab Kotim memberikan perhatian secara khusus terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman tersebut, supaya mereka juga mendapat haknya.

Menurut Sarjono, warga bukannya tidak peduli dengan program pemerintah terkait administrasi data kependudukan tersebut.

"Namun mereka sangat keberatan jika harus ke Kantor Disdukcapil untuk melakukan perekaman administrasi data kependudukan, sebab mereka harus mengeluarkan biaya cukup besar, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah," tukasnya.

--page

Sementara itu, kurangnya tenaga guru dan tenaga kesehatan di wilayah pedalaman membuat masyarakat harus menjalani proses belajar mengajar menggunakan fasilitas seadanya.

Terutama jika ingin mendapatkan layanan kesehatan harus ke puskesmas atau rumah sakit Sampit yang letaknya sangat jauh.

"Jangan heran jika terkadang ada anak yang di pedalaman tidak bisa baca tulis," tegasnya.

Bahkan, kadang sakit, sempat meninggal dunia di perjalanan, karena sulitnya akses dari desa ke kota.

Kondisi ini yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena biar bagaimanapun mereka adalah masyarakat Kotim. (NACO/B-5)