BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Hary Rahmad Panca Setia menyebutkan program BPJS bagi warga kurang mampu tidak memakan biaya besar, dibandingkan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Prosehati lalu.
Pembiayaan memalalui BPJS jauh lebih lebih murah dan efesien.
"Bayangkan dalam setahun untuk membiayai Prosehati APBD Kotim terkuras sekitar Rp21 miliar. Sedangkan semenjak dialihkan ke BPJS ini APBD Kotim hanya terbebani sekitar Rp3 miliar saja, dengan BPJS dianggap lebih menguntungkan," kata Hary, Minggu (18/2/2018).
Betapa tidak keuntungannya masyarakat bisa menggunakannya di semua rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS di seluruh Indonesia.
Sedangkan Prosehati lalu hanya dibatasi untuk di dalam daerah Kotim.
--page
Lanjur Hary, program ini tentunya memberikan banyak kelebihan sebaca positif dengan menggunakan BPJS kalau dimelihat dari sisi efisiensi anggaran dan maksimal akses pelayanannya, Maka dari itu menurut anggota Bapemperda DPRD Kotim ini pembiayaan di sektor kesehatan masyarakat tahun ini mulai beralih dari program Jamkesda ke program BPJS.
Artinya pemerintah daerah akan membiayai BPJS bagi warganya yang masuk kategori tidak mampu.
"Makanya kami sangat mendukung bahkan agar secepatnya bisa dilaksanakan. Karena nantinya pelaksanaan BPJS itu kepada warga tidak mampu akan dibayarkan oleh daerah melalui APBD Kotim, tapi itu ketentuannya diatur lebih jauh dengan ketentuan di peraturan daerah," tegasnya.
Dengan kerjasama ini nanti diharapkan pelayanan kepada masyarakat betul-betul terlaksana dengan baik tidak ada lagi masyarakat yang merasa terabaikan. (NACO/B-5)








