SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ada tarif khusus bagi lelaki hidung belang yang ingin menikmati kopi pangku di lokasi prostitusi di Jalan M Hatta, sekitar Bundaran KB, Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim). Ada istilah yang show time, ada pula yang full time.

Memang, walaupun memerintah telah menutup secara resmi tempat prostitusi di Kotim namun ternyata tak sepenuhnya hilang.

Penelusuran Borneonews.co.id, ada beberapa tarif untuk melepas sahwat di tempat tersebut. Dan tarif yang dipatok ternyata cukup murah. Yakni berkisar antara Rp100 ribu, hingga Rp300 ribu. 

Hal tersebut diungkapkan salah satu lelaki yang pernah memakai jasa perempuan pada warung kopi tersebut yang berinisial ID (30). Untuk tarif sekali pakai atau show time yakni berkisar Rp100 ribu, Rp300 ribu, Rp500 ribu, hingga Rp700 ribu. 

"Tergantung ceweknya, kalau yang mudaan dan cantik, bisa sampai Rp700 ribu sekali main, kalau yang sudah agak tuaan, tinggal nego saja sendiri bisa juga dapat Rp100 ribu," ujar ID, Senin (19/2/2018). 

--page

Dari pengakuannya, ia melihat bahwa banyak yang menjadi pelanggan di tempat tersebut. Selain itu juga banyak perempuan yang disediakan di sana.

Salah seorang mucikari berinisial Li (45) mengatakan, di warungnya menyediakan lima perempuan. Umurnya masih muda dan masih bertarif tinggi. 

LI juga menuturkan, perempuan yang ia kelola dalam semalam bisa melayani hinga 10 orang. Tergantung ramai atau tidaknya pengunjung.

Namun, kalau lagi sepi bisa hanya satu atau dua orang saja. Dan untuk menutupi pendapatannya dirinya hanya berharap dari jualan cemilan dan kopi yang dia sediakan di bilik kecilnya tersebut. 

--page

"Untuk pendapatan gak bisa ditarget berapa, kadang ramai kadang juga sepi sekali. Yang penting dapat hasil lah sehari," kata LI. 

"Untuk pelanggannya kebanyakan sopir yang mangkal di sekitar daerah ini. Dan ada juga yang bukan sopir, yang datang menggunakan kendaraan bermotor," imbuh LI. 

Dirinya mengungkapkan bahwa untuk penghasilannya adalah dari tips para tamu dan juga penyewaan bilik yang digunakan pelanggan dan PSK untuk bercinta. Yang mana untuk satujamnya yakni berkisar Rp30 ribu. 

"Jadi kalau misalnya dialnya Rp250 ribu, Rp50 buat saya, dan sisanya buat perempuan yang melayani tersebut," terang LI. 

Dengan harga tersebut tentunya mengagetkan. Karena terbilang murah dan sangat menarik para pelanggan. Hal ini tentu sangat miris. Karena membuat para lelaki hidung belang dapat dengan mudah untuk melepaskan syahwatnya. 

--page

Sehingga banyak masyarakat yang berharap agar pemerintah dapat segera memberantas prostitusi tersebut. Sehingga masyarakat tidak khawatir keluarganya datang ketempat tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)