BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat harus mewaspadai Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Apalagi, kabut asap mulai menyelimuti Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Jamin Ginting mengatakan, polusi udara seperti kabut asap akibat kebakaran lahan dapat berdampak pada paru-paru.
"Polusi yang tersebar di udara dalam jumlah yang banyak dapat mengancam jaringan paru-paru sekaligus melemahkan kondisi tubuh itu sendiri," kata Jamin Ginting, Senin (19/2/2018).
Adapun gejala munculnya ISPA seperti para-paru terasa terhambat, tubuh terasa lemah atau sakit, hidung tersumbat atau berair, dan batuk-batuk.
"Kita mengategorikan ISPA berdasarkan tingkatan seperti ISPA ringan, sedang dan berat. Kalau ISPA ringan sudah ada penanganannya di puskesmas dan untuk yang kita awasi ISPA sedang dan berat, seperti pneumonia atau bisa disebut dengan paru-paru basah," ucapnya.
--page
Selain ISPA, ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh kabut asap seperti Asma. Penyakit ini membawa partikel berukuran kecil yang masuk melalui saluran pernafasan dan menyebabkan gangguan pernapasan.
Selain itu, iritasi merupakan bentuk yang paling ringan. Paparan kabut asap bisa menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, hidung serta menyebabkan sakit kepala.
Untuk mencegah ISPA, ia menyarankan penggunaan masker saat perjalanan baik dekat maupun jauh. (HARDI SARJITO/B-2)








