BORNEONEWS, Sampit - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sutoyo meminta agar masyarakat di daerah ini tidak membakar lahannya hanya untuk kepentingan bertani.
"Membuka lahan tidak dengan cara dibakar sangat penting, karena itu akan mengurangi atau menhilangkan dampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)," ujar Sutoyo, Senin (19/2/2018).
Kebiasaan seperti itu yang banyak petani lakukan harus dihilangkan. Karena saat ini membuka lahan dengan cara dibakar bukan satu-satunya jalan.
Tapi masih banyak cara lain seperti menebas, dan juga memberikan obat racun terhadap rumput. Sehingga nantinya juga akan sedikit mempermudah petani untuk membuka lahannya.
"Yang pasti jangan dibakar, karena dampaknya bukan hanya dia yang merasakan, namun masyarakat banyak," ungkapnya.
--page
Saat ini dirinya meminta kepada masyarakat petani untuk tidak membakar lahannya. Karena untuk menhidupi ekonomi tidak hanya lahan luas saja memberikan keuntungan besar, namun lahan kecil juga bisa.
Apalagi cara dan pupuk yang digunakan bagus. Maka hasil panen dari luas lahan sedikit bisa menjadi besar.
"Tinggal kita saja yang memanfaatkannya, jadi janganlah membuka lahan dengan dibakar," harapnya.
Sementara di Kotim sendiri sudah ada beberapa titik terjadi kebakaran lahan. Bahkan sudah ada satu titik api yang terpantau pada Sabtu (17/2/2018) kemaren dan hal itulah yang menjadi perhatian mereka. (MUHAMMAD HAMIM/B-6 )








