BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat harus bijak saat memberikan komentar di media sosial. Sebelum berkomentar harus memahami permasalahan. Jangan sampai memberi tanggapan yang sifatnya menjatuhkan, padahal belum tahu permasalahan.
"Dalam membuat komentar di sosial media itu seperti pisau bermata dua. Di sosial media tersebut suka atau tidak, orang yang dikomentari harus terima dengan kepala dingin," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Rody Iskandar, Rabu (21/2/2018).
Komentar yang ada di sosial media ini tidak bisa dihindari. Meski begitu, jika kita melihat dengan sudut pandang positif akan memberi masukan. Sebaliknya, dari sudut pandang negatif akan menyinggung perasaan orang tersebut serta dapat menimbulkan fitnah.
"Sistem penyaring secanggih apapun meskipun dibuat oleh Diskominfo pusat tentu itu tidak akan bisa maksimal. Penyaring sesungguhnya itu ada di pengguna sosial media tersebut, karena komentar yang diberikan tersebut merupakan cerminan diri pengguna tersebut. Seperti halnya memberikan komentar dengan penuh amarah baik itu sadar atau tidak maka orang akan memberi penilaian bahwa orang tersebut pemarah," ucapnya.
Memberi komentar kritikan tersebut boleh saja akan tetapi harus tahu apa yang dibicarakan. Jangan asal memberi tanggapan yang membuat orang sakit hati. (HARDI SARJITO/B-2)








