BORNEONEWS, Palangka Raya – Jumlah pos pelayanan terpadu (Posyandu) di Kalimantan Tengah yang aktif hanya 40%. Padahal fungsi posyandu adalah memberikan pelayanan kesehatan bagi daerah pelosok yang tidak terjangkau oleh Puskesmas dan Pustu.
“Tentu ini mengganggu upaya perbaikan gizi. Padahal, keberadaan Posyandu diharapkan mampu mengurangi balita gizi buruk,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Suprastija Budi kepada Borneonews, Sabtu (24/2/2018).
Saat berlangsung Rapat Kerja (Raker) ribuan Kepala Desa (Kades) se-Kalteng di Palangka Raya, Jumat (23/2/2018), ia juga berpesan agar Kades mengaktifkan kembali peran Posyandu di desanya. Sebab tanggungjawab Kades mencakup bidang pendidikan dan kesehatan, selain peningkatan infrastruktur.
“Posyandu dan Polindes juga harus aktif untuk peningkatan fisik dan prasarana serta sumber daya manusia di desa untuk upaya perbaikan gizi, lingkungan, melalui perilaku hidup sehat,” imbaunya. (ROZIQIN/B-2)








