SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebuah drone dalam beberapa hari terakhir muncul mengitari PondoK Pesantren Darul Amin, Jalan HM Arsyad, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Hal itu pun menimbulkan kecurigaan dan kewaspadaan. Sejumlah relawan pun berjaga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Memang beberapa hari terakhir drone ada muncul di sekitar pondok. Itu terjadi saat malam hari," kata Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amin Sampit, Ustadz Ahmad Rayan Zihdi Abrar, Minggu (25/2/2018). 

Dia mengungkapkan, ada sekitar tiga malam drone tersebut muncul, terutama di dekat rumah ibu pengasuh, istri almarhum pendiri Ponpes Darul Amin KH Abrar Dahlan. 

Kemunculan drone tersebut disaksikan sejumlah santri ponpes. Namun tidak diketahui apa maksud dari hal tersebut. Dan juga belum diketahui pemilik drone tersebut. 

"Kami tidak tahu berasal darimana drone tersebut, dan mudah-mudahan ini tidak ada maksud apa-apa seperti teror atau hal lainnya," kata Ustadz Ahmad. 

--page

Ahmad Rayan menambahkan, keberadaan drone tersebut masih ditanggapi positif. Dia menduga hanya seseorang warga yang mencoba atau berlatih menggunakan pesawat tanpa awak berkamera itu. 

Saat ini di Pondok Pesantren Darul Amin Sampit sendiri meningkatkan giat jaga malam. Itu dilakukan para santri, alumni, dan juga relawan yang tergabung dalam Komunitas Darul Amin. 

"Memang kami melakukan jaga malam, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Ustadz Ahmad. 

Aktivis mengaku diteror

Sementara, beberapa hari lalu, sekarang aktivis agama mendapat teror dari orang yang tidak dikenal. Mobil yang dikemudikannya hendak ditabrak dan ditunggu sekelompok orang yang menggunakan dua mobil. 

"Saat itu saya pulang dari pengajian, dan melintas di Jalan Ir H Juanda. Lalu ada sebuah mobil yang parkir di tepi jalan, setelah melihat mobil saya keluar, mobil itu langsung membuntuti," kata H Malik. 

--page

Dia pun berhenti di tepi jalan. Hingga mobil tersebut hendak menabrak mobilnya, namun lepas. Setelah itu, mobil tersebut berhenti tidak jauh dari lokasi awal. Dan ada sebuah mobil lagi yang menunggu. 

"Setelah mengalami kejadian tersebut, saya langsung pulang ke rumah," kata Malik. 

Dirinya tidak mengetahui apa tujuan dari teror tersebut. Namun ia mengatakan ada yang mengancam dirinya melalui media sosial. Bahkan menanyakan alamat rumahnya. 

"Kalau teror ada di media sosial. Dan mudah-mudahan itu bukanlah orang yang hendak menyakiti saya. Dan dua buah mobil tersebut hanyalah kebetulan saja," harap Malik. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)