BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Indonesia dan Malaysia sangat berharap usulan untuk menghapus pemakaian minyak sawit (CPO) untuk biofuel dapat dibatalkan berkat dukungan lima negara besar Eropa.
Setelah sejumlah menteri dan pejabat dari Perancis, Swedia, Inggris, Jerman, Belanda dan Spanyol menyatakan menentang kebijakan diskriminatif Parlemen Eropa yang akan melarang penggunaan minyak sawit untuk pembuatan biofuel, kini pemerintahan lima negara besar Eropa kembali menegaskan sikap penolakan tersebut.
Hal itu terungkap selama kunjungan Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia Datuk Seri Mah Siew Keong ke enam negara Eropa belum lama ini. Dari serangkaian pembiacaraan yang dilakukan delegasi Malaysia dengan perwakilan pemerintahan enam negara Uni Eropa, Mah yakin Uni Eropa akan mengubah rencana untuk melarang impor minyak sawit sebagai bahan campuran biofuel mulai 2021 mendatang.
Menurut Mah, keyakinan itu didasarkan pada upaya pendekatan kepada hampir mencapai 50 persen pemimpin negara anggota UE untuk melobi mereka agar menolak rencana pelarangan CPO tersebut.
“Kami saat ini fokus pada enam negara terbesar Eropa, yaitu Jerman, Perancis, Inggris, Italia, Spanyol dan Polandia,” ujar Mah Kuala Lumpur akhir pekan lalu seperti dikutip The Malaysian Reserve.
--page
“Kami telah mengunjungi keenam negara itu dan sepertinya sangat menjanjikan karena lima negara besar Eropa telah menegaskan bahwa mereka tidak akan mendukung langkah diskriminatif terhadap minyak sawit," imbuhnya.
Untuk diketahui, resolusi Parlimen Eropa pada Januari lalu telah mendesak untuk menghapuskan impor minyak sawit karena dinilai merusak lingkungan. (NEDELYA RAMADHANI/m)








