BORNEONEWS, Muara Teweh- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Utara menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Masyarakat di Wilayah Kecamatan Teweh Baru. Sosialisasi digelar di aula kantor Kecamatan Teweh Baru, Senin (26/2/2018).
“Pendidikan politik merupakan proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah merupakan salah satu bagian dari kegiatan pendidikan politik,” kata Kepala Badan Kesbangpol Barito Utara Langkap Umar saat membuka sosialisasi.
Ia berharap, sosialisasi pendidikan politik dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai pemilih yang baik untuk menyukseskan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak 2018.
Langkap Umar juga mengatakan, sesuai hasil hitungan KPU pada pemilihan bupati dan wakil bupati Barito Utara periode 2013-2018, partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilih hanya 65% dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT).
"Dan pada pesta demokrasi pemilihan kepada daerah serentak tahun ini, target nasional partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilih mencapai 77%,” sebut Langkap Umar.
--page
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini Barito Utara sudah memasuki tahapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah. Dan telah melaksanakan tahapan pendaftaran pasangan calon.
Kemudian pada Rabu (27/6/2018) akan digelar pemungutan suara. “Untuk itu saya mengimbau masyarakat supaya menggunakan hak pilih dan jangan tidak ikut memilih atau golput,” pintanya.
Ia juga berharap, pemilihan kepala daerah serentak tahun 2018 ini dapat terlaksana dengan baik, lancar dan sukses. “Marilah kita menjaga ketertiban dan keamanan sebelum dan sesudah pelaksanaan pemilihan kepala daerah,” ajaknya.
Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Barito Utara, khususnya pengguna media sosial, agar tidak menyebar fitnah, berita bohong (koaks), menghasut, menghina, dan mengadu domba.
Sosialisasi pendidikan politik bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Teweh Baru diikuti 40 orang, terdiri dari tokoh masyarakat, kepala dasa, lurah, dan perwakilan ketua RT. (RAMADANI/B-3)








