KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Tim sukses dan pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Seruyan 2018-2023 Sudarsono – Hairil Yadi menyayangkan aksi tim sukses pasangan lain yang dinilai mengganggu proses kampanye yang pihaknya tengah lakukan.

"Kita (timses) sangat menyayangkan hal itu, dan Panwaslu harusnya bisa bersikap lebih tegas terhadap permasalahan tersebut," kata Timses Sudarsono-Hairil Yadi, Wartono Suganda, Senin (26/2/2018).

Ia menjelaskan, aksi timses paslon lain yang dianggap meresahkan pihaknya itu terjadi pada Rabu (21/2) malam lalu, di mana pihaknya melakukan kampanye tertutup di Pematang Panjang, Seruyan Hilir Timur. Di tempat yang cukup berdekatan, sekitar 150 meter ada aktivitas dari timses paslon lainnya tengah melakukan pertemuan dan mengumpulkan massa yang banyak pula.

"Syukurnya kegiatan itu langsung dihentikan oleh petugas berwenang," katanya.

Pihaknya, kata Wartono, meminta ketegasan Panwas menindak semua paslon, apabila melanggar segera ditindak, tentunya sesuai dengan aturan.

--page

“Kami tidak mengatakan bahwa kami bersih, tidak. Kami berharap dugaan pelanggaran-pelanggaran dalam kampanye itu tidak lagi terjadi, kami juga tidak menjamin bahwa masa kami di grassroad akan diam. Ini bisa memicu gesekan, itu yang kami khawatirkan,” terangnya.

Ia berharap kejadian seperti itu tidak terulang. Kalau pun dibiarkan tim paslon lain juga bisa melakukan seperti itu.

Meski demikian, pihaknya sudah berkomitmen mulai dari paslon, timses hingga ke tingkat desa tidak akan melakukan pelanggaran-pelanggaran.

"Kami akan taat dengan aturan,” tegasnya.

Ia menambahkan, tim kampanye nomor urut 1 siap melaksanakan kampanye yang betul-betul sesuai aturan, sehingga Pilkada hendaknya dimaknai sebagai pesta yang menyenangkan bagi masyarakat Seruyan.

--page

“Pilkada ini kalau bisa enjoi, bahagia, karena ini pesta lima tahunan, jangan sampai ada rasa permusuhan, jangan ada rasa kebencian,” katanya.

Ketua Panwaslu Seruyan Umar Zahid Bustomi meminta tim sukses pasangan calon menjaga etika dalam kampanye ataupun mengumpulkan massa.

"Setiap timses harus menjaga etika, baik itu dalam kampanye atau sekedar mengumpulkan massa pendukungnya," katanya.

Ia mengatakan, Panwaslu tahu terkait masalah aksi paslon lain pada saat paslon lain tengah melaksanakan kampanye.

Karena itu, semua timses paslon diminta menjaga etika dan menghargai proses kampanye paslon lainnya. "Kalau di suatu tempat ada paslon lain sedang melaksankan kampanye, maka hendaknya tim paslon lain jangan membuat kegiatan dengan alasan apapun di sekitar atau bahkan di tempat yang sama," tegasnya.

--page

Menurut Umar, walaupun kegiatan itu bukan kampanye karena tidak ada paslon dan penyampaian visi-misi paslon, namun tetap saja etika dan saling menghargai waktu kampanye paslon lain harus dijaga oleh setiap paslon.

"Meski terindikasi bukan pelanggaran tapi kita ingatkan agar setiap timses paslon menjaga etikanya karena jadwal kampanye sudah ada untuk setiap paslon," katanya. (FREDDY MANSYUR HUDA/B-5)