KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pendidikan politik bertujuan untuk membentuk dan menumbuhkan orientasi-orientasi politik pada individu. Artinya muatan politik yang diberikan kepada rakyat harus mengarah kepada terciptanya kecerdasan obyektif rakyat dalam berpolitik.

Demikian disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gunung Mas Ambo Jabar ketika membacakan sambutan tertulis Bupati Gumas Arton S Dohong saat kegiatan Sosialisasi Peningkatan Demokratisasi Dalam Rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gumas 2018 di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Selasa (27/2/2018).

"Di samping itu, pendidikan politik bertujuan agar setiap individu mampu memberikan partisipasi politik yang aktif di masyarakat. Pendidikan politik merupakan aktivitas yang terus berlanjut sepanjang hidup manusia," ujar Ambo.

Dia melanjutkan, akhir-akhir ini kehidupan berdemokrasi mulai tercemar dengan berbagai perilaku yang sudah tidak mencerminkan nilai-nilai moralitas, semakin jauh meninggalkan nilai-nilai lokal Indonesia.

Saat ini, kebebasan dimaknai dengan pandangan barat yang akhirnya mengikis dan mencabut dari akar pola tingkah laku kesehariannya. Hal itu bisa menimbulkan dampak kurang baik untuk bangsa Indonesia. Sehingga harus disadari pemahaman tentang politik dan demokrasi.

--page

"Nilai penting agama dan makna demokratisasi membentuk jiwa-jiwa yang kuat sehingga bisa membimbing kearah yang baik dan benar," cetusnya. (EPRA SENTOSA/B-2)