BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan laba bersih sebesar Rp2,01 triliun sepanjang 2017. Angka ini naik tipis sekitar 0,17%, dari tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun.
Manajemen perseroan dalam publikasi laporan keuangan, Selasa (27/2), mengatakan, kurang bertumbuhnya laba bersih dipicu oleh menipisnya keuntungan selisih kurs sekitar 97,55% atau menjadi Rp4,91 miliar per akhir 2017. Padahal, tahun sebelumnya berhasil mengantongi keuntungan sebanyak Rp200,61 miliar.
Selain itu, AALI harus menanggung melonjaknya pajak penghasilan sebesar773,07% atau menjadi Rp824,87 miliar selama tahun lalu, dari tahun sebelumnya hanya Rp94,48 miliar.
Beban pokok pendapatan selama 2017 juga meningkat 25,99% atau menjadi Rp13,16 triliun, dari Rp10,44 triliun pada tahun sebelumnya.
Kendati demikian, AALI berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp17,31 triliun atau lebih tinggi 22,55% per akhir Desember 2017, jika dibandingkan tahun sebelumnya Rp14,12 triliun.
--page
Pada akhir 2017, AALI memiliki aset Rp24,93 triliun atau stagnan dibandingkan tahun sebelumnya Rp24,23 triliun, dengan ekuitas dan liabilitas masing-masing Rp18,54 triliun dan liabilitas Rp6,39 triliun.
Pada perdagangan IHSG sesi I, Selasa, harga saham AALI turun 175 poin menjadi Rp13.800. (NEDELYA RAMADHANI/m)








