SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kominfo Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya menghapus area blank spot di daerah ini secara bertahap. Tujuannya, agar tidak ada ada lagi keterisolasian komunikasi dan informasi. 

"Kami akan berupaya untuk menghapus area blank spot di Kotim ini secara bertahap," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Multazam, Selasa (27/2/2018). 

Di Kotim sendiri saat ini sedikitnya ada 18 desa yang masih blank spot. Mmumnya desa tersebut berada di wilayah Utara. Sehingga pada 2018 ini, secara bertahap pihaknya akan mengajukan kepada Kementerian Kominfo untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Apalagi saat ini, secara nasional kementerian telah membuka peluang kepada seluruh daerah yang masih terdapat area blank spot, untuk dibangunkan BTS mini dengan tower setinggi 32 meter. 

"Itulah yang kita manfaatkan, dan mudah-mudahan bisa tercapai," lanjut Multazam. 

--page

Untuk program itu, pemerintah desa hanya perlu menyediakan tanah seluas 20 x 20 meter persegi untuk pembangunan tower.

Walaupun, kemampuan BTS mini hanya berjaringan 2g, atau hanya bisa digunakan untuk telpon dan sms. Namun jika selama tiga tahun berjalan, maka hasilnya meningkat. Dan kemampuan jaringan akan ditingkatkan dan dikelola oleh operator seluler. 

Adapun kendala saat ini, yakni persyaratan untuk mendapatakan bantuan BTS mini tergolong ketat, dan antreannya pun cukup panjang. Apalagi di Indonesia terdapat sebanyak 900 desa yang masih blank spot. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)