BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Kalteng, Rahmat Nasution Hamka mengatakan bahwa seharusnya dalam membuat program kerja, pihak kementerian tidak menyeragamkan bentuk bantuan untuk seluruh Indonesia.
"Harusnya jangan seragam seluruh Indonesia, harus memperhatikan aspek geografis dan demografis serta kultur setiap daerah. Contohnya dalam bantuan alsintan jangan semua daerah dikasih yang mini. Kalau untuk Kalteng karena kondisi alamnya berbeda maka alsintan mini kurang dapat berfungsi optimal, harus berupa alat yang lebih besar sejenis alat-alat berat seperti excavator dan dozer yang besar agar bisa melakukan land clearing yang benar. Sehingga cetak sawah siap pakai tidak menyisakan tunggul dan kayu lagi tapi terkupas semua. Dengan demikian maka alsintan mini baru bisa dioperasionalkan maksimal," kata Hamka, Rabu (28/2/2018).
Kemudian untuk alat berat besar tersebut juga menurut Hamka dapat membantu juga para peladang yang biasa di pedalaman untuk sawah kering.
Sehingga mereka dapat memfungsikan tanahnya secara optimal karena tunggul dan kayu tersisa dapat dikupas menggunakan alat tersebut.
"Hal ini juga dapat membantu untuk solusi tidak lagi masyarakat membakar lahan, karena tanahnya sudah di land clearing secara paripurna bahkan akan menambah semangat peladang untuk bertani tanaman lainnya misalnya sayur mayur dan sebagainya," katanya lagi.
--page
Wakil Ketua DPRD Kobar 2004-2009 ini mengucapkan terima kasih karena di tahun 2017 sudah dialokasikan untuk excavator dari kementan sebanyak 20 buah untuk Kalteng.
Namun dia meminta agar segera dioperasionalkan sehingga dapat langsung membantu masyarakat di lapangan. Hal ini diungkapkannya lantaran mendapati bahwa alat bentuan itu masih standby di Palangka Raya.
"Untuk pihak kementerian jangan terlalu rumit dalam juknisnya, serahkan kepada Pemprov untuk dapat mengatur operasional dan distribusi alat tersebut. Apakah pinjam pakai kepada pihak kabupaten dengan syarat kabupaten harus siapkan anggaran untuk operasional alat atau atau bentuk lainnya. Tapi yang paling penting alat tersebut bagaimana harus segera difungsikan agar segera bermanfaat bagi masyarakat, apalagi menghadapi karhutla ke depan ini," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








