SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo mengingatkan panitia pelaksanaan pemilihan umum baik itu dari tingkat kabupaten hingga desa, harus mampu mendongkrak partisipasi pemilih di Pemilu 2019 mendatang. 

"Paling tidak partisipasi pemilih mampu mencapai angka 70 persen," kata Handoyo, Rabu (28/2/2018).

Handoyo mengatakan, Pemilu 2019 akan dilaksanakan secara serentak baik untuk legislatif maupun presiden. Da sangat diharapkan pastisipasi pemilih bisa meningkat dan ditingkatkan penyelenggara secara maksimal.

Handoyo mengungkapkan masalah yang muncul saat ini, ancaman banyaknya penduduk lokal tidak mendapatkan hak pilih di pemilu itu nantinya. Salah satunya karena tidak memiliki KTP elektronik. 

"Masalah seperti itu harusnya sudah dipetakan dan ditanggulangi mulai sekarang. Ini tentunya bukan hanya jadi tugas dari KPU Kotim dan jajarannya, tetapi juga tugas pemkab dalam hal ini disdukcapil," tegasnya.

--page

Dia meyakini, tensi politik nanti akan panas ketika banyak basis massa salah satu pendukung parpol dan calon legislatif, ternyata saat hari pelaksanaan tidak mendapatkan undangan pencoblosan.

"Apalagi saat ini bersamaan dengan pilpres. Nah persoalan demikian saya sudah wanti-wanti penyelenggara untuk cermat sehingga ke depan tidak menuai masalah," tandasnya.

Kini hal yang sudah mulai terjadi yakni rancangan kuota kursi per dapil memiliki perubahan yang signifikan. Di antaranya kuota dapil IV dan dapil V mengalami penurunan. Jumlah kursi dua dapil itu dipindahkan ke dapil II (MB Ketapang ) dan dapil III (Baamang-Seranau). (NACO/B-11)