SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut dinilai sebagai kecamatan yang tertinggal dari kecamatan lain yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Kecamatan itu tertinggal karena kendala pembangunan di kecamatan, yaitu akses jalan belum ada. Hanya mengandalkan jalur sungai. Ini menyulitkan pemerintah untuk merealisasikan pembangunan fisik di kecamatan tersebut," kata Ketua DPRD Kotim, H Supriadi, Kamis (1/3/2018).

Dua kecamatan itu masih terisolasi karena dipisahkan oleh sungai Mentaya yang lebarnya sekitar 400 meter. Meski terletak dekat dengan kota, dalam hal pembangunan masih dianggap tertinggal jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya.

Supriadi meminta kepada pemkab untuk memberikan perhatian serius terhadap kedua kecamatan yang terisolasi tersebut, baik peningkatan infrastruktur maupun pembangunan sektor lainnya.

Ia ingin pembangunan di kedua kecamatan itu tidak tertinggal dengan kecamatan lainnya yang ada di wilayah Kotim. "Apalagi kecamatan itu letaknya tidak jauh dari ibu kota kabupaten, bahkan hanya dipisahkan oleh aliran sungai saja, harusnya maju dan tidak terisolasi," pungkasnya.

--page

Jalan satu-satunya untuk mempercepat pembangunan kedua kecamatan tersebut pemerintah harus membangun jembatan. Namun untuk pelaksanaan pembangunan dalam waktu dekat ini pemerintah harus membuat terobosan agar daerah itu tidak tertinggal. (NACO/B-2)