BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sepanjang periode tahun berjalan, pergerakan saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) telah mengalami koreksi sebesar 1,9%, dengan optimisme pemulihan harga komoditas yang terus berlangsung.
Dengan begitu, produsen minyak sawit mentah (CPO) tersebut mengungkapkan optimismenya dengan kinerja tahun ini.
"Downtrend mulai terbatas karena pergerakan harga sudah mulai membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. Ada pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham," kata analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, dalam risetnya.`
Nafan mengatakan, kinerja saham Astra Agro diyakini akan tetap positif ke depannya. Pada forecast untuk kuartal IV/2017, AALI diprediksi membukukan pendapatan sebesar Rp17,2 triliun atau naik 21% (yoy), dan laba besih naik 4% (yoy) ke level Rp2,08 triliun.
"Astra Agro telah mengalokasikan belanja modal Rp1,8 triliun yang naik Rp100 miliar dari alokasi perseroan pada tahun lalu. Belanja modal tersebut digunakan untuk melakukan sejumlah ekspansi," papar dia.
--page
Beberapa ekspansi tersebut misalnya pengembangan tanaman belum menghasilkan dengan kebutuhan investasi mencapai Rp600 miliar, membangun pabrik di Kalsel senilai Rp250 miliar, dan Rp150 miliar untuk pengembangan usaha peternakan sapi.
Atas beberapa aksi korporasi perseroan tersebut, Nafan merekomendasikan akumulasi saham AALI dengan beberapa target jangka pendek di level Rp13.125 hingga Rp13.450. Target harga jangka menengah adalah Rp14.000, sedangkan jangka panjang di level Rp15.300. (NEDELYA RAMADHANI/m)








