MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh- Budidaya ikan keramba di Sungai Barito, khususnya yang ada di dalam Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, terancam.

Pasalnya, dalam kurun waktu sebulan terakhir, banyak ikan yang dibudidayakan masyarakat banyak mati.

Petani keramba di Sungai Barito, Heri Ramadan, mengatakan dalam sebulan terakhir sangat banyak ikan yang mati tanpa diketahui penyebabnya.

Bahkan, bibit ikan yang baru dimasukannya pada Selasa (27/2/2018) keesokan harinya ludes atau mati semua.

“Ada sekitar 25 ribu bibit yang dimasukan kemarin, esok harinya sudah mati semua. Sebelumnya, bibit ikan yang saya datangkan dari Kalsel juga mati total. Keseluruhannya sekitar 23,5 ribu,” ujar Heri.

--page

Akibat kondisi ini, Heri untuk sementara waktu berhenti membudidayakan ikan di keramba. Hingga kondisi sungai sudah memungkinkan.

“Lebih Rp10 juta ruginya. Sementara kita stop dulu membudidayakan ikan,” tutur dia.

Lalu seperti apa tanggapan Pemkab Barito Utara sehubung dengan kasus matinya ikan tersebut?

Pjs Bupati Barito Utara Sapto Nugroho mengaku telah menerima informasi tersebut. Persoalan ini akan menjadi perhatiannya. 

“Terima kasih atas informasinya. Sekarang saya sedang berada di Kota Palangka Raya sebab besok ada acara. Setelah saya pulang nanti masalah ini akan dibahas,” ujar Sapto Nugroho melalui sambungan telepon. (RAMADANI/B-3)