KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Katingan mengaku keberatan bila cabang olahraga taekwondo tidak dipertandingkan di Porprov XI, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara pada Okober 2018 mendatang.

Pasalnya, taekwondo merupakan cabor andalan Kabupaten Katingan, selain dayung dan tinju. Sehingga absennya cabor itu dikhawatirkan mempengaruhi perolehan medali atlet Bumi Penyang Hinje Simpei.

"Menanggapi hasil keputusan bersama tentang cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov XI Muara Teweh Oktober 2018 nanti, ternyata cabor taekwondo tidak dipertandingkan. Makanya kami menyayangkan ini terjadi," kata Ketua KONI Katingan Leda Almukhsid melalui Wakil Ketua KONI Risnaduar kepada Borneonews, Jumat (2/3/2018).

Padahal, sebut Risnaduar, cabor taekwondo memberikan prestasi cukup membanggakan bagi Provinsi Kalteng, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Kita masih mengharapkan cabang taekwondo itu tetap dipertandingkan di Porprov XI Muare Teweh. Sebab ini untuk pembinaan dan kemajuan taekwondo di Kalteng," katanya.

--page

Menurut Risnaduar, berdasarkan surat dari KONI Barito Utara terkait persiapan Porprov XI 2018, cabang olahraga yang bakal dipertandingkan ada 25.

Yakni sepak bola, futsal, bola basket, bola voli, voli pantai, karate, tinju, pencak silat, atletik, panjat tebing, bina raga, senam, sepatu roda, catur, bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, sepak takraw, balap motor, bridge, dayung, menembak, biliard, panahan, dan drum band. Tidak ada cabor taekwondo yang masuk daftar. (ABDUL GOFUR/B-3)