BORNEONEWS, Palangka Raya – Regenerasi penganyam tradisional di era global sekarang ini menjadi titik perhatian Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Menurut dia, keberadaannya harus dipikirkan.
Karena itu ia meminta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi dan dekranasda kabupaten/kota di Kalteng memikirkan kelanjutan atau regenerasi penganyam di daerahnya. Caranya tiada lain yaitu harus dekat dengan pelaku industri kreatif lokal khususnya anyaman.
“Regenerasi penganyam tradisional kita harus dipikirkan. Persaingan produk kerajinan Indonesia sudah mendapat tantangan, karena Vietnam, Myanmar, dan Filipina sangat maju mengembangkan produk anyaman ini,” ungkap Erni usai pelantikan Dekranasda Kalteng, Jumat (2/3/2018).
Ia juga mewanti agar menjaga dan melindungi warisan budaya dan kharakter lokal yang termaktub dalam hasil kerajinan khas lokal.
“Potensi kerajinan di Kalteng ini sangat banyak dan maju serta sudah ada yang dipasarkan baik nasional maupun internasional. Perlindungan terhadap produk Kalteng dari jiplakan orang lain diluar daerah perlu diwaspadai,” imbuhnya.
--page
Dekranasda, kata dia, harus mampu menggali dan melestarikan budaya nusantara melalui seni budaya yang diharapkan mengangkat harkat martabat dan taraf hidup perajin nusantara.
"Ibu Ivo Azhari tentu akan berkomitmen dan mampu mengemban tugas ini sesuai amanat Rakernas Dekranas pada September 2017 lalu, sebagai momen evaluasi program yang telah dan akan dilakukan Dekranasda Provinsi. Saya yakin Kalteng akan laksanakan program dengan baik,” tutupnya. (ROZIQIN/B-5)








