BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Hademan meminta agar PDAM Darma Tirta Sampit didukung dengan anggaran yang cukup.
Apalagi Pemkab Kotim sudah menyetujui penyertaan modal untuk PDAM tahun lalu. Sehingga tinggal bagaimana setiap tahunnya pemerintah mengucurkannya sesuai dengan kebutuhan PDAM, karena pelayanan PDAM akan terhambat manakala kegiatan operasional mereka tidak didukung dengan anggaran yang memadai.
"Seperti halnya jaringan yang sudah dipasang beberapa waktu lalu masih banyak yang belum bisa difungsikan lantaran terhambat anggaran, sementara di satu sisi masyarakat selalu menuntut peningkatan pelayanan PDAM," kata Hademan, Sabtu (3/3/2018).
Menurut Hademan, pelanggan PDAM khususnya di dalam kota Sampit saat ini sudah melebihi kouta, artinya kemampuan jaringan yang dimiliki PDAM pada dasarnya tidak mampu menangani pelanggan yang ada, sehingga itu sering terjadi gangguan lantaran kegiatannya harus dipaksakan.
"Kalau kadang macet, air tidak sesuai keinginan kita, tidak bisa juga menyalahkan PDAM, karena kendala mereka ada di situ, jadi tinggal bagaimana keseriusan pemerintah saja agar PDAM bisa segera berbenah," tegasnya.
--page
Hademan yakin jika semua jaringan yang ada bisa difungsikan, PDAM tidak hanya mampu menampung kelebihan pelanggannya saat ini saja, namun juga mampu menampung belasan ribu pelanggan yang kini masuk dalam daftar antre untuk pemasangan jaringan.
"Sampai kapanpun masalah keluhan masyarakat akan selalu ada sepanjang pemerintah tidak segera mendukung PDAM dari sisi anggaran, karena apa yang jadi keinginan PDAM beberapa waktu lalu terutama soal anggaran kami dari Komisi IV DPRD Kotim sudah menyepakatinya," pungkasnya. (NACO/B-5)








