PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Sosialisasi mengenai pemadam kebakaran harus dilakukan berjenjang.

Berjenjang maksudnya, sosialisasi dilakukan bertahap. Seperti sosialisasi kepada murid taman kanak-kanak (TK), lalu sekolah dasar (SD), berlanjut ke pelajar sekolah menengah pertama (SMP), dan terakhir siswa sekolah menengah atas (SMA).

"Agar mereka ingat dan memahami cara memadamkan api. Supaya pada saat ada kebakaran mereka tidak panik," kata Kasi Pencegahan Bidang Pemadam Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Kabupaten Kotawaringin Barat, Bukhori, Sabtu (3/3/2018).

Ia menilai, sejauh ini kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran dan penanggulangan dini terhadap bahaya kebakaran, masih sangat kurang. Sehingga seringkali musibah kebakaran mengakibatkan banyak kerugian.

Untuk mencegah kejadian kebakaran dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya, diperlukan pengetahuan yang memadai. Khusus tentang api.

--page

Dalam sosialisasi pemadam kebakaran tersebut minimal mereka mampu menggunakan alat pemadam kebakaran, khususnya alat pemadam api ringan (APAR). Penggunaan APAR ini untuk meminimalkan terjadinya kebakaran.

Selain dari kalangan sekolah, kalangan umum juga bisa belajar cara memadamkan api dari pemadam kebakaran. Sosialisasi dilakukan agar ke depannya tidak ada lagi kasus kebakaran di lingkungan masyarakat. (HARDI SARJITO/B-3)