SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Perhelatan Sampit Expo 2018 dimanfaatkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kotawaringin Timur untuk melestarikan batik khas daerah ini. BPKAD membuka cafe batik pada kegiatan yang berlangsung di Stadion 29 Nopember Sampit itu.

Untuk menarik minat pengunjung, batik tersebut dibuat dengan konsep warna-warni. Yakni perpaduan bunga hias dan sejumlah payung warna-warni. BPKAD ingin melestarikan batik dengan memperkenalkan kepada para pengunjung. Baik lokal maupun dari luar daerah.

"Ide dasarnya karena banyak masyarakat yang suka santai dan nongkrong di cafe. Maka kami berinisiatif menjadikan cafe batik," kata Kepala Bidang Anggaran BPKAD Kotim Muhammad Indra, Minggu (4/3/2018). 

Di menjelaskan, tujuannya, untuk mengembangkan dan membawa batik Kotim agar lebih dikenal di tingkat nasional. Sehingga bisa dipatenkan dan tidak ditiru. 

Apalagi batik Kotim ini sangat bagus, memiliki keindahan dan model tersendiri. Sehingga sangat patut untuk dibanggakan dan juga dilestarikan. 

--page

"Ada tiga jenis pola batik yang ditampilkan, mulai dari Ikan Jelawat, Anggrek Tewu, dan Karamunting," kata Indra. 

"Di cafe batik bisa selfi. Kami juga menyediakan doorprize. Sehingga bagi pemenang nantinya juga akan mendapatkan kain batik dari rumah batik," terang Indra. 

Indra berharap agar masyarakat, khususnya Kotim agar mencintai batik asli daerah ini dan tentunya melestarikan dengan menggunakannya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)