KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun- Politik uang pada pemilihan kepala dearah harus diwaspadai. Pasalnya, politik uang hanya akan menciderai demokrasi.

Terkait hal itu, masyarakat Kabupaten Gunung Mas meminta Panwaslih, polisi, dan berbagai pihak terkait lainnya, lebih ketat dalam mengawasi pelaksaan tahapan pilkada. Supaya tidak terjadi politik uang.

"Intinya dalam pilkada Gunung Mas jangan sampai ada politik uang," ujar Sinta, 34, warga Kuala Kurun kepada Borneonews, Senin (5/3/2018).

Warga lainnya, Kriswanto, menurutkan bawha sudah saatnya pilkada harus bersih dari politik uang. Sebab, bila terjadi politik uang akan sangat berbahaya dan merugikan semua pihak. 

Karenanya, bila ada pasangan calon bupati dan wakil bupati maupun tim sukses yang melakukan politik uang, harus ditindak tegas.

"Semua paslon dan tim sudah sepakat tidak ada politik uang saat pilkada. Itu harus benar-benar ditaati," harapnya.

Selain politik uang, yang juga harus diwaspadai ialah kampanye hitam dan sara.

Ketua Panwaslih Kabupaten Gunung Mas Walman Tristianto menyatakan, pihaknya terus mengawasi tahapan pilkada. Pengawasan itu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. (EPRA SENTOSA/B-3)