SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) menggalakkan program literasi hingga ke daerah pedalaman dan pesisir guna meningkatkan pengetahuan anak. 

"Kami terus berupaya agar program literasi ke pedalaman dan pesisir terus berjalan. Karena dengan itu maka akan meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat di daerah ini," ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotim Suparmadi, Senin (5/3/2018). 

Menurutnya, dengan membaca akan meningkatkan pengetahuan. Dengan itu membuat pihaknya terus menggalakan program literasi. Apalagi saat ini dari Permendikbud No 23 Tahun 2015, bahwa seluruh sekolah harus menerapkan budaya literasi. Sehingga setiap harinya siswa, guru, kepala sekolah, staf, hingga penjaga diwajibkan membaca paling tidak 15 menit. 

"Namun hal itu jangan menjadi patokan, karena membaca bukan ada waktu tertentu saja. Tetapi banyak waktu yang bisa dimanfaatkan untuk membaca," kata Suparmadi. 

Menurutnya, siswa harus diarahkan agar dapat memperbanyak membaca. Ini bukan hanya menerapkan Permendikbud tetapi yang pasti untuk meningkatkan pengetahuan bagi anak didik. 

--page

Program tersebut tidak hanya pemerintah yang giat melaksanakan, namun juga ada bantuan dari sejumlah pihak yang peduli akan literasi seperti Ditpolair Polda Kalteng, Satpol Air Polres Kotim, Kodim 1015, sejumlah perusahaan, dan juga sejumlah polsek yang ada di daerah ini.

Program literasi digencarkan di seluruh satuan pendidikan. Bahkan disetiap desa juga didorong membangun perpustakaan dan taman bacaan. Hal itu dilakukan agar anak-anak lebih tertarik dan giat membaca. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)