MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Jarang bukanya sebuah APMS di Km 24 jalan nasional, Muara Teweh- Banjarmasin sempat dipertanyakan oleh masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara, Abri pun meminta agar pihak pemilik APMS dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kenapa sampai APMS itu jarang buka melakukan penjualan BBM.

“Ini agar tidak menimbulkan prasangka yang negatif akan keberadaan tempat pengisaian BBM tersebut,” katanya.

Sementara itu Boy Alfianor pemilik APMS menjelaskan sering tutupnya AMPS ini karena angkutan yang membawa BBM ke Muara Teweh dari Kalimantan Selatan kurang lancar.

Sebab jarak tempuh antara Muara Teweh dan Banjarmasin sangat jauh yakni sekitar kurang lebih 450 Km. Artinya bila bolak-balik jaraknya menjadi 900 Km dan ini memerlukan waktu tempuh normal 3 hari perjalanan.

--page

“Belum lagi kalau ada kendala saat dalam perjalanan, misalnya saja terjadi pecah ban, terjadi keterlambatan pengisian dan lainnya” ujarnya, Senin (5/3/2018).

Jadi, lanjut dia ketika BBM datang dari pertamina dan dibongkar. Satu tangki BBM ini bisa habis terjual dalam jangka waktu 5-6 jam atau satu hari.

Sementara untuk mobil tangki yang mengangkut BBM posisinya baru sampai di daerah Ampah.  Jadi dengan waktu perjalanan normal tiga hari (tanpa ada kendala), berarti ada dua hari kita tidak buka.

Disampaikan, untuk jumlah armada mobil tangki yang mengankut BBM untuk APMS miliknya berjumlah tiga unit.

Dari tiga unit ini yang sekarang jalan hanya ada dua unit mengangkut solar dan premium, sedangkan satu unit lagi tidak jalan lantaran sopirnya dalam kondisi sakit hampir dua bulan ini.

“Jadi untuk mobil tangki yang mengangkut BBM ini tidak sama seperti truk. Kalau sopir truk sakit mungkin bisa digantikan dengan sopir lain, tetapi untuk mobil tangki BBM ini DU harus sesuai dengan nama sopir,” katanya.(RAMADHANI/B-6)