BORNEONEWS, Sampit - Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menggenjot pembinaan pemain sepakbola sejak usia dini.
Salah satu caranya dengan kembali mengembangkan pembinaan usia dini, yang mana beberapa tahun terkahir sejak PSSI pusat dibekukan, tidak pernah ada kompetisi yang bagus dilaksanakan.
"Mulai awal 2018 ini kami sedang menyusun rancangan kompetisi, dan diawal maret langsung kami gulirkan kompetisi U-21. Ini sebagai awal pembinaan usia dini," ujar Ketua Asosiasi PSSI Kotim Ali Natadilaga, Selasa (6/3/2018).
Tidak hanya U-21, namun ada empat turnamen yang akan digelar ke depan, yakni untuk Liga 1 akan dilaksanakan pada April 2018 mendatang, dilanjutkan Liga 2 pada Juni 2018, dan setelah itu juga akan ada kompetisi usia muda yakni U-15 dan U-17.
"Kami sengaja memperbanyak kompetisi. Guna melatih mental anak-anak sehingga tidak getaran saat bertarung di kompetisi kelas yang lebih tinggi," kata Ali.
--page
Kompetisi tersebut akan rutin digelar. Karena saat ini jam terbanglah yang dibutuhkan anak-anak muda. Karena dengan seringnya tampil di hadapan penonton dan juga mengikuti kompetisi, maka akan lebih membuat diri mereka semakin percaya diri.
Kompetisi seperti itu akan dilaksanakan berkelanjutan. Hal itu dikarenakan saat ini sepakbola Kotim dianggap tertinggal dari kabupaten lain yang ada di Kalteng.
Sehingga hal itulah yang membuat pihaknya terus berupaya untuk membangkitkan nama baik persepakbolaan Kotim ini. Baik ditingkat provinsi maupun nasional. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








