SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Desa Pondok Damar, Dimas mendesak agar masalah perusakan yang dilakukan oknum satpam PT Mustika Sembuluh (Wilmar Group) segera diselesaikan secara adat.

"Terus terang saya sangat keberatan atas tindakan mereka itu, apalagi saya dengan korban itu bukan orang lain tapi ada hubungan keluarga," kata Dimas, Selasa (6/3/2018).

Desakan Dimas sangat beralasan. Ia tak ingin masalah tersebut berlarut-larut tanpa ada ujung penyelesaiannya, yang pada akhirnya akan semakin melebar. 

"Kami minta agar segera diusut sampai tuntas, jika diproses lakukan secara adat," katanya saat hadir dalam rapat koordinasi di aula DAD Kotim, Jalan A Yani Sampit.

Senada yang diungkapkan Suharjo, Ketua BPD desa setempat, ia juga meminta agar masalah penyerangan yang dilakukan oleh puluhan satpam perusahaan itu segera dituntaskan, karena ia merasa keberatan atas tindakan tersebut.

--page

Tanpa adanya alasan yang jelas, mengapa sampai penyerangan dilakukan. "Kami dari BPD sangat menyesalkan atas tindakan itu," tandasnya.

Rencananya Rabu (7/3/2018) tim dari DAD Kotim dan Provinsi akan melakukan pengecekan dan investigasi di lapangan untuk memastikan penyebab pengrusakan situs budaya di sana.

Bahkan tim dari DAD Provinsi sudah ada di Kotim, mereka sudah mendengarkan sejumlah keterangan beberapa pihak saat rapat koordinasi.(NACO/B-5)