BORNEONEWS, Muara Teweh - Keluhan petani ikan keramba di Sungai Barito mendapat respons dari Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Barito Utara Sapto Nugroho.
Pjs Bupati telah menemui para petani ikan keramba di Jalan Srikaya, Kota Muara Teweh, Minggu (4/3/2018).
Saat berdialog dengan para petani ikan, Pjs Bupati menerima keluhan terkait puluhan ribu bibit ikan yang mati mendadak.
Dalam dialog itu, mantan Sekda Barito Utara tersebut juga bertanya apakah sudah ada petugas dari dinas terkait yang menyambangi para petani?
Menjawab pertanyaan Pjs Bupati, seorang petani keramba, Heri Ramadan, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir tidak ada bantuan dari pemerintah kabupaten kepada para petani ikan keramba.
--page
“Tidak ada bantuan dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan dalam beberapa tahun ini. Kegiatan sosialisasi di daerah inipun tidak ada,” katanya.
Diceritakannya bahwa bibit ikan yang dia budidayakan mati dalam kurun waktu kurang lebih seminggu terakhir. “Bibit ikan yang mati jenis nila dan lele. Kita tidak mengetahui secara pasti penyebabnya hingga bibit-bibit ikan tersebut mati. Apakah karena faktor air atau lainnya?,” tutur Heri. (RAMADANI/B-3)








