BORNEONEWS, Muara Teweh- Petugas Dinas Lingkungan Hidup bersama Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Utara mengambil sampel air Sungai Barito, Selasa (6/3/2018).
Tujuannya untuk menindaklanjuti sekaligus mengetahui penyebab kematian puluhan ribu ikan yang dibudidayakan petani keramba.
Pengambilan sampel air sungai itu dilakukan berdasarkan intruksi Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Barito Utara Sapto Nugroho, yang pada Minggu (4/3/2018), telah menemui para petani ikan keramba.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Nailil Fasihah atas nama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Utara Suriawan Prihandi, mengatakan bahwa pengambilan sampel air sungai dilakukan di tiga titik atau lokasi berbeda. Dengan maksud untuk mengetahui keadaan Sungai Barito.
Sampel air yang diambil akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. “Sampel air ini perlu diuji ke laboratorium agar kita bisa melihat semua hasilnya, baik keadaan PH, DO, kecepatan arus, dan lainnya,” ujarnya.
--page
Ia menargetkan, hasilnya uji laboratorium sudah bisa diketahui dalam waktu kurang lebih satu minggu. “Hasil pemeriksaan sampel air nantinya akan kita laporkan ke Pjs Bupati Barito Utara,” katanya. (RAMADANI/B-3)








