BORNEONEWS, Palangka Raya- Banyak keganjilan yang ditemukan anggota Komisi A DPRD Kalimantan Tengah Zubair Arifin pada tes tenaga kontrak yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng.
Salah satunya menyangkut pengumuman nilai tes yang dinilai tidak transparan.
Terkait hal itu, Zubair Arifin pun mempertanyakan sistem yang diterapkan BKD Kalteng dalam proses perekrutan.
"Apa yang dialami tenaga kontrak yang tidak lulus sangat kami sayangkan. Dan kami mempertanyakan apakah simstemnya memang terbuka? Kalau terbuka seharusnya semua yang mengikuti tes diperbolehkan tahu. Kalau tertutup semuanya juga tidak diperbolehlan tahu," katanya.
"Yang berbahaya adalah kalau sistemnya semi terbuka dan semi tertutup," lajutnya.
--page
Zubair menjelaskan, yang dimaksud semi terbuka dan semi tertutup ialah hanya segelintir orang yang yang boleh tahu hasil tes secara rinci.
Dan salah satu kekuhan tenaga kontrak yang tidak lolos iala mereka hanya mendapatkan nilai untuk diri sendiri namun tidak diizinkan mengetahui nilai peserta secara keseluruhan. (RAHMAT GAZALI/B-3)








