PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ketua Lembaga Pelestarian Adat dan Penegakan Hukum Adat Dayak Tomun Sukarna menilai, Ketua Dewan Adat Dayak Kotawaringin Barat (DAD Kobar) Serelius tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Hal itu terkait dengan pelaporan dirinya ke polisi oleh Ketua DAD Kobar Serelius, Rabu (7/4/2018) dengan dasar perbuatan yang tidak menyenangkan serta fitnah.

"Bila ia merasa difitnah atau tidak terima atas pertemuan yang kami lakukan bersama Panitia Prematur Pelaksana  Rapat Koordinasi Masyarakat Adat Dayak Kobar di Rumah Betang Pasir Panjang Senin (5/3/2018) lalu, seharusnya Serelius sebagai Ketua DAD bisa menyelesaikan melalui pertemuan adat. Tidak langsung melapor ke Polisi," jelas Sukarna yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DAD Kobar.

Pelaporan ini, lanjut Sukarna, menunjukkan bahwa Serelius tidak bersikap layaknya Ketua DAD Kobar yang mengedepankan penyelesaian secara adat, sebelum menempuh cara penyelesaian lain.

"Walau demikian saya pribadi sudah siap bila dilaporkan oleh Serelius ke Polisi. Bila hal tersebut benar dilakukan, nantinya saya juga akan melaporkan balik dirinya," ujar Sukarna dengan nada keras.

--page

Sukarna kemudian menjelaskan tujuan dilaksanakannya pertemuan di Rumah Betang Pasir Panjang yang membahas mosi tidak percaya terhadap Ketua DAD Kobar periode 2016 - 2021 ini.

"Pertemuan terkait mosi tidak percaya tersebut merupakan bentuk ketidakpuasan kami melihat kinerja Serelius selama ini. Selain fisik yang sudah sakit-sakitan, selama ini kami masyarakat adat Dayak di Kabupaten Kobar merasa memang kinerja DAD Kobar stagnan dan tidak membawa manfaat apa-apa kepada masyarakat Adat Dayak Kobar," jelas Sukarna.

Sukarna juga mengatakan, sangat tidak tepat Ketua DAD Kobar mengatakan bahwa Ketua Pelaksana kegiatan rapat di Rumah Betang Pasir Panjang yaitu Andrias Garusang tidak ada hak untuk turut campur terhadap kepengurusan DAD Kobar.

"Karena Andreas Garusang adalah salah seorang anggota masyarakat adat Dayak. Jadi wajar saja bila ia terlibat dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan lembaga DAD Kobar," jelas Sukarna. (WAHYU KRIDA/B-2)