BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Seekor penyu sisik (Eretmochelys Imbricata) berukuran lebih dari 1 meter ditemukan terdampar dan mati di pesisir Timur Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, oleh warga yang kebetulan melintasi di daerah tersebut.
Mendapati hal itu warga melaporkan ke Pos Resor Sungai Perlu Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). “Kita dari Kuala Pembuang menuju Desa Sungai Perlu. Di perjalanan kami tidak sengaja menemukan bangkai penyu yang kondisinya cukup mengenaskan tergeletak di tepi pantai,” kata Radianor (22), kemarin.
Sementara, Kepala Seksi Pengelolaan TNTP Wilayah II Kuala Pembuang Budi Suriansyah menuturkan, laporan warga tersebut langsung ditanggapi dengan memeriksa penyebab matinya satwa yang terancam punah tersebut.
“Kita terima laporannya dan anggota langsung kita perintahkan mengidentifikasi kematian penyu tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, kalau dilihat dari ukuran panjang yang mencapai lebih dari 1 meter, penyu sisik yang mati itu diperkirakan berusia 25 tahun.
--page
Dilihat dari kondisi yang sudah membusuk, penyu itu sudah mati sejak seminggu yang lalu, dan kemungkinan besar penyu itu mati saat di laut dan terbawa ombak ke darat.
"Beberapa hari sebelumnya kita melakukan patroli di pantai, tapi tidak menemukan ada penyu mati, makanya mungkin bangkai penyu itu baru sampai di darat terbawa ombak," terangnya.
Meskipun belum bisa dipastikan penyebab matinya penyu sisik tersebut, namun kemungkinan besar penyu itu mati karena tersangkut jaring nelayan atau kena pukul di bagian kepala.
"Karena kita melihat bagian kepalanya pecah, dan mungkin itu kena pukul menggunakan benda tumpul," ungkapnya.
Budi menyebutkan, penemuan bangkai penyu ini merupakan yang pertama di tahun 2018, dan setiap tahun selalu saja ada penyu yang ditemukan mati di pesisir pantai Seruyan.
--page
"Tahun 2017 lalu, kita menemukan empat penyu yang mati, dan selama ini sebagian besar penyu mati karena terkena jaring nelayan," katanya. (FREDDY MANSYUR HUDA/B-5)








