PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Sekitar 50 mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Palangka Raya menggelar aksi demo di Bundaran Besar, Kamis (8/3/2018).

Koordinator lapangan (korlap) aksi, Ijul Amirul, mengatakan meski sebagai aliansi BEM se-Kota Palangka Raya, aksi tersebut bertema mahasiswa Kalteng mengawal pilkada serentak di 10 kabupaten dan satu kota.

"Kami aliansi BEM se-Kota Palangka Raya mengawal pilkada serentak supaya tidak ada namanya money politic, pilkada hitam, dan politik sara yang bisa memecah demokrasi kita," kata Ijul.

Ia menuturkan, unjuk rasa itu sebagai langkah untuk mengingatkan bahwa money politic dalam pesta demokrasi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi.

"Biasanya masa tenang. Oleh sebab itu, kami meminta tidak ada money politic karena akan menciderai pilkada," ungkapnya.

--page

Seusai melakukan orasi di Bundaran Besar, mereka bergerak menuju kantor Bawaslu Kalteng di Jalan G Obos.

Dalam aksi itu, puluhan personel kepolisian diturunkan untuk melakukan pengamanan. Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar juga langsung turun didampingi Kabag Ops Kompol Purwanto dan Kapolsek Pahandut AKP Roni Wijaya. (BUDI YULIANTO/B-3)