MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh– Dua hari berturut-turut Kabupaten Barito Utara dilanda musibah kebakaran.

Rabu (7/3/2018), kebakaran terjadi di Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru.

Sedangkan Kamis (8/3/2018), kebakaran kembali terjadi di Kota Muara Teweh, tepatnya di Jalan Sengaji Hilir, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah. Musibah kali ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.

Kebakaran tersebut menghanguskan sembilan bangunan warga yang terdiri dari tiga rumah, lima warung atau kios, dan satu bangunan penangkaran sarang walet.

Warga sekitar lokasi kejadian, Kaharudin, menyampaikan bahwa dirinya mengetahui peristiwa tersebut saat hendak melaksanakan salat subuh.

--page

Saat melintas di lokasi kejadian, ia mendengar suara ledakan yang diperkirakan dari abung gas dari rumah pemilik warung nasi kuning.

Tidak lama berselang api muncul dari dalam warung dan dengan cepat membesar hingga merambat ke bangunan di sampingnya.

Sekitar pukul 04.30 WIB, mobil Damkar tiba di lokasi musibah dan langsung beraksi.

Selain mobil damkar, Polres Barito Utara juga mengerahkan satu unit mobil water canon.

“Sekitar dua jam api baru dapat dipadamkan dan telah menghanguskan sembilan buah bangunan warga,” katanya.

--page

Diperkirakan kerugian material akibat kebarakaran tersebut mencapai miliaran rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Adapun bangunan yang terbakar yakni rumah dr Swandi, rumah Anang, rumah H Samsi, warung Mama Samsi, warung bakso Boboho, warung Lukman, toko sembako H Sasi, kios ponsel Aura, dan sarang walet milik Sinyo/Surya. (RAMADANI/B-3)