BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar mengatakan ada dua dari lima kecamatan yang rawan terjadi politik uang (money politic). Namun Timbul enggan menyebut nama kecamatan yang dimaksud.
"Sementara ada dua kecamatan yang rawan money politik (pada pilkada di Palangka Raya 2018). Itu ada di data kita dan kita terus melakukan penyelidikan," kata AKBP Timbul, Kamis (8/3/2018).
Pihaknya sudah membentuk tim satuan tugas (Satgas) anti politik. Tim tersebut saat ini juga sudah diterjunkan ke lapangan untuk mengawasi terjadinya pelanggaran.
Kapolres menambahkan modus politik uang biasanya untuk mengiming-imingi masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) supaya bergabung dengan pasangan calon.
Sebagai bentuk antisipasi, pihaknya juga memantau setiap pergerakan hingga ke tingkat RT dan RW.
--page
"Masyarakat juga bisa menangkap. Prosedurnya ya kembali ke ranah Panwaslu. Nanti Panwaslu akan bekerjasama dengan Posko Gakkumdu," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)








